-->
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 20 Maret 2016

ISTRINYA MENYUGUHKAN KEDELAI REBUS YANG DIA BENCI TAPI TERNYATA,,,?? INILAH YANG TERJADI...

Alkisah ada seseorang fakir miskin melalui jalan Madinah. Di selama jalan, dia kerapkali lihat beberapa orang makan daging. Diapun terasa sedih lantaran tidak sering sekali dapat makan daging. Dia pulang ke tempat tinggalnya dengan hati mendongkol.
Sesampai dirumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati sangat terpaksa, dia mengonsumsi kedelai itu seraya buang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia begitu jemu dengan kedelai. Dia katakan pada istrinya, “Bagaimana hidup kita ini...? Beberapa orang makan daging, kita masihlah makan kedelai. ”


Selang beberapa saat, dia keluar ke jalan di tepi tempat tinggalnya. Alangkah terkejutnya, dia lihat seseorang lelaki tua duduk dibawah jendela tempat tinggalnya sembari memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang serta mengkonsumsinya seraya bergumam, “Segala Puji untuk Allah SWT yang sudah memberiku rejeki tanpa ada mesti keluarkan tenaga. ”

Mendengar perkataan lelaki tua itu, dia menitihkan air mata, seraya bergumam, “Sejak detik ini, saya ikhlas dengan apa pun yang Engkau berikanlah, Yaa Allah... ”

Rejeki itu yang utama mengalir, besar kecil yang utama ada alirannya. Janganlah berharap mengalir seperti banjir, bila tidak dapat berenang dapat terbenam. “Sampai kapan engkau repot dengan kelezatan, sedang engkau bakal di tanya mengenai semuanya yang kau kerjakan. ”

Kalam Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhu, “Barang siapa perhatiannya cuma pada apa yang masuk ke perutnya, jadi nilai seorang itu tak kian lebih apa yang keluar dari perutnya. "

Na'uudzubillaahi min dzaalik.

Sumber : Ust. Abu Hanifah, Jakarta