Berawal dari postingan sebuah akun Facebook milik Novalya Putri, kisah mengharukan ini menjadi viral dan mendapat respon beragam dari Netizen. Tak sedikit yang menangis ketika membacanya.

Kisah yang diceritakan Putri ini memang menyentuh hati tidak hanya para ibu, juga hampir semua orang. Melalui status Putri mengomentari kisah viral yang ia bagikan. Ia mengajak agar netizen tak menghakimi ibu dari kedua anak itu karena tujuannya mendoakan bapak dan kedua balitanya. Inilah kisahnya yang diceritakan Novalya Putri di akun Facebooknya.
“Saya senang sekali bahwa cerita yg saya posting kemarin viral ke cukup banyak org, sehingga makin banyak yg mendoakan. Alhamdulillah.”“Tapi…. ayolah, jgn kita menghakimi ibu dari kedua anak itu. Kita nggak pernah tau apa yg sebenarnya terjadi. Karena itu sy fokus memposting utk mendoakan si bapak dan kedua balitanya itu.”Tak perlu kita jadi hakim dan berujung ghibah. Cukup doa saja semoga Allah kasih yg terbaik utk mereka, yah.” Tulis Putri.
Saat berita ini diturunkan, Tribunnews.com berusaha menghubungi Putri untuk mendapatkan kisah yang lebih lengkap namun sementara, berikut kisah yang ia posting yang bikin banyak orang terenyuh:
Namanya Pak Andi Sudirman (nama belakangnya saya lupa). Sosok dengan 2 gembolan anak depan belakang ini menyita pandanganku seketika di jalan pulang di stasiun Palmerah sore ini.Tadinya aku hendak mengingatkannya utk tidak menggendong anak lelakinya di belakang seperti itu.Lehernya peletat peletot karena guncangan, dan gendongan itu tak sanggup menopang kepalanya.
Sy takut lehernya patah. Langkah saya memelan, tertarik mendekatinya.Tapi sy keburu diserobot ibu2 berkerudung hijau. Dia menanya2i bapak ini.Sy tetap mendekat dan mendengar jawabannya.“Saya dari Palembang. Istri saya ninggalin kedua anak saya ini. Dia kabur nggak tau ke mana. Saya nggak punya tempat tinggal. Nggak ada saudara.”“Saya baru dari dinas sosial, tapi nggak diberi solusi. Saya cuma mau pulang ke Sulawesi, tapi nggak bisa beli tiket. Tiketnya 425 ribu. Anak juga bayar. Sy ke TVRI juga, tapi disuruh ke tali kasih. Saya bilang, anak saya nggak sakit, sy cuma mau pulang.”Kereta menuju Tn Abang datang, dan saya membuntutinya.Seketika seorang lelaki muda memberinya tempat duduk.Si ibu berkerudung hijau diberi tpt duduk pula di samping bapak berbaju lusuh ini.
Tampangnya kelihatan capek sekali.Cerita terus bergulir dari mulutnya. Ingus anak perempuannya yg digendong di depan meler.Seorang ibu menawarkan tissue kering. Yang lain memberi sekantong Mitu.Ternyata saya nggak sendirian.Seorang ibu2 lain pula membuntutinya. saat saya menengok, si ibu sudah siap memberi uang 150 ribu. Itu dari ibu ibu di sebelah ibu2 yang ternyata juga tertarik dgn Pak Andi.Seorang lain menyalaminya dengan 100ribu.Yg lain juga. Saya pun tergerak dan memberinya tak seberapa. setiap ia menerima uang.Ia selalu menatap sang pemberi dan menganggukkan kepala tanda berterima kasih.Orang2 di sekitar memberinya arah. Saya pun kehilangan bapak dan 2 orang balitanya di peron 2 stasiun Tn Abang.
Itulah Kisah Nyata yang Terjadi Di Stasiun Palmerah beberapa waktu lalu yang kemudian niatan baik mbak Novalya Putri untuk berbagi di Facebook agar orang lain juga bisa membantunya dan mendoakannya.Sebelum keluar kereta tadi, saya mendoakannya”“Pak, insya Allah bapak sampai rumah segera. Yakin, insya Allah.” Ia membalasnya dengan anggukkan.Semoga bapak segera sampai rumah. yakin Allah tak akan membiarkan bapak dan kedua malaikat bapak ini kelaparan. Insya Allah.Sekarang Pak Andi sedang menuju pelabuhan tanjung priok.ngin pulang dengan kapal katanya. Untuk yang kebetulan ketemu bapak ini, silakan memberi apa yang sekenanya kebetulan Anda bawa yuk.Semoga Allah mengganti rezeki bapak2 dan ibu2 semua. Aamiin.*menetes air mata ini ingat Awfa di rumah.Nak, Nda nggak akan pernah meninggalkanmu.
Semoga pak Sudirman dan kedua Anaknya selamat sampai rumahnya di Sulawesi.
CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING
CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,