Ketika di dunia, mungkin orang yang mencaci tidak merasa akan
kesalahannya sehingga ia terus melakukan hal tersebut. Namun, tanpa ia
sadari, para malaikat telah mencatat semua perbuatannya yang harus
dipertanggungjawabkan di akhirat. Inilah pahala bagi orang yang dihina
dan dicaci di dalam Islam jika ia menerima semua itu dengan hati yang
ikhlas.
Mencaci orang merupakan perbuatan yang tercela dan Allah akan melaknat
orang yang melakukan hal ini. Pada umumnya, mereka yang mencaci memiliki
sifat yang sombong dan suka menyakiti hati seseorang. Padahal Allah
yang Maha Pencipta pun tidak pernah menyakiti hamba-Nya. Lalu apa hukum
menghina orang lain menurut islam?

Rasulullah pernah bersabda bahwa mencaci seorang Muslim merupakan
perbuatan fasiq dan membu*nuh seorang Muslim merupakan perbuatan kufur.
Namun, rasanya sekarang ini semakin banyak orang yang tidak
memperhatikan peringatan ini. Mereka saling menghina satu sama lain yang
merupakan perbuatan dosa. Bahkan, perbuatan ini bisa mengantarkan kita
ke dalam neraka dengan dosa besarnya. Lalu apa yang sebaiknya kita
lakukan jika dihina orang menurut Islam?
Lebih baik kita yang dihina menerima hinaan itu dengan ikhlas. Jika kita
juga membalas hinaan tersebut maka tidak ada bedanya kita dengan orang
yang menghina tersebut. Apabila kita menerima maka pahala akan terus
mengalir pada kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu bersusah hati jika
ada seseorang yang merendahkan diri dan menghina diri kita dengan
sengaja. Secara tidak sadar, apabila ada orang yang menghina kita maka
secara tidak langsung orang tersebut telah memberi hadiah pada kita.
Mengapa demikian?
Dengan mencela kita, mereka sedang memberikan pahala kebaikannya pada
kita dan Allah akan menghapus dosa-dosa kita karenanya. Maksud dari hal
ini adalah apabila kita menerima hinaan ini dengan sabar maka Allah akan
memberikan pahala pada kita.
Seorang salaf pernah berkata bahwa apabila ia diperbolehkan berghibah
maka orang tuanya lah yang akan dighibahi karena hanya orang tuanya yang
berhak mendapatkan pahala kebaikannya. Selain itu, ia juga mengatakan
bahwa kita tidak perlu risau apabila ada orang yang menghina kita.
Karena jika hinaan tersebut benar maka itu adalah hukuman yang
disegerakan pada kita. Namun, jika hinaan itu salah maka hal itu akan
menambahkan pahala pada kita tanpa harus berbuat baik karena orang yang
dihina lebih baik daripada yang menghina.
Berbeda dengan orang yang menghina, semakin banyak ia menghina maka
Allah akan menyediakan adzab yang begitu pedih padanya. Allah telah
berfirman dalam sebuah surah mengenai larangan sekumpulan laki-laki atau
wanita yang menghina kumpulan lainnya. karena bisa saja orang yang
dihina lebih baik daripada yang menghina. Dia juga melarang umat-Nya
untuk memanggil orang lain dengan panggilan yang buruk. Sungguh adzab
Allah akan lebih pedih.
Orang yang mencela maka ia sedang memikul dosa dan kebohongan amat
besar, hingga Allah menegaskan bahwa seseorang yang menghina tanpa
kesalahan orang tersebut, maka ia sedang memikul dosa dan kebohongan
besar. Berdasarkan hal ini, kita belajar agar tidak menghina atau
mencela orang lain dengan sengaja. Apabila memang benar apa yang kita
katakan, tapi itu adalah aib orang lain yang seharusnya dijaga. Oleh
karena itu, bertaubatlah sebelum Allah akan membuka aib kita di akhirat
kelak.
CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO