Kata Maaf adalah satu kata yang sangat simpel walau demikian terkadang
begitu berat untuk diucapkan namun mempunyai kemampuan yang sangat besar
untuk kehidupan bersosial dan berumahtangga.
Pada saat awal pernikahan, saya begitu berat menyampaikan kata maaf pada
istri jika tengah berselisih memahami. Apalagi bila saya merasa itu
bukan kekeliruan saya. Fikir saya, saat saya yang perlu mohon maaf,
memang siapa yang salah? Gengsi, dong. Mungkin saja istri saya juga
memikirkan demikian. Jadi terwujudlah situasi yang demikian tidak nyaman
karena kami keduanya sama menjaga gengsi.
Dari meja makan sampai ke tempat tidur tidak ada pembicaraan di antara
kami. Pengucapan yang keluar juga seadanya saja. Selanjutnya saya
merenung dan ber-muhasabah, Ya Allah kenyataannya sikap saya ini salah,
bukankah saya seorang imam dalam rumah tangga? Harusnya saya berikan
contoh yang baik pada istri saya, tidaklah menuruti nafsu. Ya Allah
ampuni hamba, bimbing hamba 'tuk jadi imam yang baik untuk keluarga
hamba, amiin ya Rabbal 'alamin.
10. 5pt ; " Saat waktu shalat Maghrib tiba, saya
tidak shalat berjamaah ke masjid, saya ajak istri saya shalat berjamaah
di rumah. Selesai shalat dan berdoa, istri saya mencium tangan saya,
lalu saya juga menarik perlahan tangannya dan saya katakan,
“Dik, maafkan Mas, ya. Nyatanya Mas demikian egois, tidak bisa tahu
perasaan Adik. Mas janji, insya Allah akan selalu bersabar, tahu
perasaan Adik dan tidak gampang geram. Tolong ingatkan Mas, ya, Dik,
supaya Mas bisa jadi imam yang baik untuk Adik. ”
Kata maaf itu saya katakan dengan tulus dari lubuk hati saya yang
terdalam. Diluar dugaan, nyatanya istri saya jadi menangis tersedu dan
berkata, “Aku yang salah, Mas. Saya yang egois selalu menuntut Mas agar
bisa tahu saya. ” Dan banyak lagi kata penyesalan yang keluar dari mulut
istri saya tercinta. Kami juga sama-sama bermaafan.
Sekarang ini kami tidak merasa berat lagi dalam mengatakan kata maaf.
Jadi kami berlomba siapa yang terlebih dulu mengatakan kata maaf tidak
ada fikirkan siapa yang salah. Langkah tersebut pernah saya sarankan ke
rekanan yang berbagi saat tengah punya masalah dengan istrinya. Saya
katakan kepadanya, jangan sampai kita memprioritaskan ego, siapa tahu
kita yang salah. Lalu saya katakan pengalaman saya itu. Alhamdulillah,
dia ikuti apa yang saya lakukan serta akhirnya memanglah menakjubkan.
Jadi teman dekat tolongshareya, jangan sampai pelit dan gengsi katakan
maaf dan berikanlah maaf, terlebih pada istri kita. Sebab, kata itu bisa
mengubah dunia jadi lebih indah.
Mudah-mudahan keluarga kita dan kawan baik tolongshareya dapat hidup rukun serta harmonis AAMIIN...
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO